Langsung ke konten utama

Radar

"Mencari-cari tambatan hati,  kau sahabatku sendiri.. "
-Perahu Kertas
The reason why i like this song, is..

Ibu suri dengan tepatnya menyasar para remaja-remaja labil.
Yang sibuk mencari teman hidup.
Tanpa tau bagaimana mempertahankan hidup.
Cinta tidak selamanya berkorelasi dengan ada.
Ada ungkapan.
Ada sapaan.
Ada pengakuan.
Ada tindakan.
Kadang kala sering kali bersembunyi dalam bilik.
Ah,  tapi yang seakaan tak ada
Punya daya yang lebih.
Kadang kala.
Kadang-kadang.
Kalau saja selama ini kita telah berada dalam satu frekuensi yang sama
Kenapa pula mencoba menyambungkan dengan radar milik orang lain.
Kalau sinyal kita sudah tak lagi terbaca.
Mengapa pula radarku tak pernah mati.
Dan kenapa pula, selalu kuterima sinyal itu datang.
Aku kerap kali menangkap radarmu
Tiap kali kuberusaha mematikan radar sendiri
Bagaimana kalau kita sepakati saja
Biarkanlah kita mematikan radar sejenak.
Jangan bertingkah layaknya remaja labil.
Biar kita berdamai dengan waktu
Kali saja radar kita akan menyala sendirinya
Diwaktu yang tepat.
Biarkan kita bersahabat sementara
Barangkali kalau berjodoh.
Frekuensi kita akan tetap sama.

1 April,  2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Himpunan Kosong

Kita dalam satu semesesta Dari sekian banyak populasi Kita adalah melebur jadi satu Dalam setiap kemungkinan yang terjadi Kitalah penyusun setiap kemungkinan Kejadian-kejadian acak dalam satu ruang Sayangnya, Semesta saja tak cukup menyatukan Kitalah sebuah elemen soliter Irisan kita hanyalah sebuah himpunan kosong Maka kemudian kita saling lepas Kita dalam satu semesta Tapi irisan kita hanyalah sebuah himpunan kosong Nyatanya "kita" hanyalah bagian kemungkinan kejadian

Tidur Sendiri di Malam yang Gelap

Aku memilih malam yang hening Ketika kening saling bertemu Adakalanya aku mensyukuri gelap Padahal artinya sulit terlelap Adakalanya aku menyukai takut Agar aku punya alasan, jadilah kamu disampingku Aku menyukainya, Cukuplah mengelus kepalaku Akupun terlelap dalam gelap. Tetaplah menepuk pundaku Biarkan jadi tanda kehadiranmu Aku akan tetap mematikan lampu Dan memanggilmu esok malam. Aku mendengar doamu-doamu, Karena malam terlalu hening - Sekarang aku jadi tidur sendiri Aku pula menyalakan lampu Bukan perkara takut,  ayah tenang saja. Sayup-sayup aku tetap merasakan bayangmu mataku tertutup kemudian. Selamat malam dan selamat tidur. Jangan lupa berdoa. -Malam hari di akhir maret 2018.

Belahan Jiwa

7 Juli 2017 8.02 Menyadarinya sejak awal Kalau saja berjalan lebih jauh dari ini Maka tak ada arah untuk kembali Tapi tetap saja Berjalan Hanya ingin berusaha Lebih keras lagi Siapa tau Itu berubah Langkah ini Harus dipercepat Atau justru diperlambat Jalan ini sudah jelas akhirnya Melintasi imaji Memaksa untuk tetap berada disini Berharap Tak ada yang tergangu Karena sudah terlambat untuk kembali Mungkin masih bisa Mungkin itu akan berubah Tapi bahkan sampai detik ini Meski telah tampak telanjang Apa-apa yang ada dalam benak Tak ada yang berubah Tak peduli seberapa lama lagi Kaki ini menopang Masihkah tak akan berubah Memang harus berhenti Sepenuhnya sadar untuk berhenti Ini telah mencapai batas Kaki-kaki tak lagi melangkah Tunduk akan akal Meski tak tau bagaimana dengan hati Takdir. Untuk menyerah.