Langsung ke konten utama

Mahakam

Riuk-riuk air di muara
Arus deras yang memerangkap ikan
Kami senang puas makan

Kami gembira air tak begitu dangkal
Sebab kami renang dalam sembunyi gelap

Bukan karena pemalu
Bahkan sesekali kami muncul
Sekedar mengembungkan paru

Alangkah tenang kami hidup
Dibuai karena legenda
Sayangnya kami tidaklah tau
Jaring penuh ikan tanda bahaya
Ingin makan malah ikut terjerat

Habislah kami tak dapat menggapai muka air
Kami lihat air kami semakin dangkal
Maka kamipun pergi
Beradu nasib di tempat ramai
Sebabnya rumah kami hilang

Rengge-rengge berjejer
Menanti di tepian
Yang kami tau hanyalah ikan santapan
Cobalah teriakan pada kami
Jangan mau mati konyol

Kami hidup senang-senang
Dimana melimpah ikan-ikan
Kami bosan di muara pahu
Karena yang disebut ikan hanyalah kami
Padahal kami mamalia

Kami Pesut
Bukan Ikan Pesut

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Himpunan Kosong

Kita dalam satu semesesta Dari sekian banyak populasi Kita adalah melebur jadi satu Dalam setiap kemungkinan yang terjadi Kitalah penyusun setiap kemungkinan Kejadian-kejadian acak dalam satu ruang Sayangnya, Semesta saja tak cukup menyatukan Kitalah sebuah elemen soliter Irisan kita hanyalah sebuah himpunan kosong Maka kemudian kita saling lepas Kita dalam satu semesta Tapi irisan kita hanyalah sebuah himpunan kosong Nyatanya "kita" hanyalah bagian kemungkinan kejadian

Tidur Sendiri di Malam yang Gelap

Aku memilih malam yang hening Ketika kening saling bertemu Adakalanya aku mensyukuri gelap Padahal artinya sulit terlelap Adakalanya aku menyukai takut Agar aku punya alasan, jadilah kamu disampingku Aku menyukainya, Cukuplah mengelus kepalaku Akupun terlelap dalam gelap. Tetaplah menepuk pundaku Biarkan jadi tanda kehadiranmu Aku akan tetap mematikan lampu Dan memanggilmu esok malam. Aku mendengar doamu-doamu, Karena malam terlalu hening - Sekarang aku jadi tidur sendiri Aku pula menyalakan lampu Bukan perkara takut,  ayah tenang saja. Sayup-sayup aku tetap merasakan bayangmu mataku tertutup kemudian. Selamat malam dan selamat tidur. Jangan lupa berdoa. -Malam hari di akhir maret 2018.

Belahan Jiwa

7 Juli 2017 8.02 Menyadarinya sejak awal Kalau saja berjalan lebih jauh dari ini Maka tak ada arah untuk kembali Tapi tetap saja Berjalan Hanya ingin berusaha Lebih keras lagi Siapa tau Itu berubah Langkah ini Harus dipercepat Atau justru diperlambat Jalan ini sudah jelas akhirnya Melintasi imaji Memaksa untuk tetap berada disini Berharap Tak ada yang tergangu Karena sudah terlambat untuk kembali Mungkin masih bisa Mungkin itu akan berubah Tapi bahkan sampai detik ini Meski telah tampak telanjang Apa-apa yang ada dalam benak Tak ada yang berubah Tak peduli seberapa lama lagi Kaki ini menopang Masihkah tak akan berubah Memang harus berhenti Sepenuhnya sadar untuk berhenti Ini telah mencapai batas Kaki-kaki tak lagi melangkah Tunduk akan akal Meski tak tau bagaimana dengan hati Takdir. Untuk menyerah.